Kamis, 17 Januari 2013

"Istilah Dalam Kapal Pesiar " 


Berikut ini kami sampaikan istilah-istilah yang berkaitan dengan fisik kapal pesiar yang terkait dengan pelayanan kepada passenger/penumpang

Some terms used on board

  1. Aft          :     The back of the ship.
  2. Beam      :     The width of a ship at its widest part.
  3. Birth        :     A bed in a ship's cabin; also a space at a wharf for a ship to dock or anchor.
  4. Bridge     :     The place from where the officers navigate the ship.
  5. Bow        :     Front or forward portion of the ship
  6. Companionway    :     Interior stairway
  7. Control room    :     Room from where the engines and other equipment are controlled
  8. Crew    :     Bar for the crew.
  9. Crew mess    :     The cafeteria where the crews eat.
  10. Crew shop     :     Shop for the crew, where you may purchase toiletries, mineral water, tobacco and other necessities.
  11. Crew station bill    :     A chart explaining the responsibilities you have in case of an emergency.
  12. Day room     :     Meeting rooms for crew.
  13. Debarkation     :     When passengers exit the ship at end of cruise.
  14. Deck     :     A ship has several floors like a building, they are referred to as decks.
  15. Dock     :     Pier; Wharf where all the ships alongside.
  16. Embarkation    :     When passengers enter the ship at the beginning of a cruise 
  17. Emergency Station     :     The place where you have been assigned to in case of emergency.
  18. Forward     :    The front of the ship.
  19. Galley     :     The kitchen
  20. Gangway     :     The opening through the ship's bulwarks and the ramp by which passengers embark and disembark.
  21. Gross Tonnage     :     The cubical capacity of a vessel divided by 100  cu ft. However, some spaces are excluded by the so – called Moorsom rules.
  22. Leeward     :     With the wind.
  23. Lifeboat/raft station     :     The life boat you have been assigned to in case of an evacuation.
  24. Luggage gandling     :     Luggage has to be on - loaded by certain crewmembers to facilitate the debarkation/ embarkation process.
  25. Amidships    :     The middle of the ship.
  26. Portside     :     Left hand side of the ship when facing forward.
  27. Porthole     :     Circular “windows” in the side of the ships hull or superstructure.
  28. Radio Station     : The communication center of the ship.
  29. Stair tower     :     Stairs connecting the decks.
  30. Starboard     :     Bight-hand side of the ship when facing forward.
  31. Stem     :     The extreme bow or prow of the ship.
  32. Stem     :     The extreme rear of the ship, or toward the rear.
  33. Tender     :     Smaller boat used to transport passengers and crew when the ship is anchored.
  34. Win ward     :     Against the wind.
  35. TBA     :     To Be Assigned
  36. M/V    :     Motor Vessel
  37. M/T    :     Motor Tanker
  38. M/S    :     Motor Ship/ Steam Motor
  39. S/S    :     Steam Ship
  40. TSS    :     Turbine Steam Ship

Rabu, 09 Januari 2013

Ekonomi Pariwisata 

"BAB IV: Perhitungan Penerimaan Devisa Dari Sektor Pariwisata"


Nur yanti N. Achmad
2010145011
Semester ke-6
Ms. Derinta’s Class

1. Buatlah suatu rancangan penelitian penerimaan devisa dari sektor pariwisata negara/daerah tempat tinggal anda. Buatkan kerangka kerja penelitian anda yang memuat data-data apa saja yang diperlukan, dimana memperolehnya, tahapan dalam proses analisisnya serta hal-hal lain yang menurut pendapat anda bisa dimasukan kedalam kerangka kerja tersebut ? 

Data mengenai jumlah wisatawan di tahun-tahun yang akan dipelajari akan aku bisa melihat melalui Departemen Pariwisata, Seni dan Budaya Provinsi Jawa Barat
Salah satu sektor yang dapat diandalkan sebagai sumber devisa adalah sektor pariwisata. Jawa Barat ditetapkan sebagai salah satu tujuan Travel, kegiatan pariwisata di daerah ini memiliki potensi yang baik untuk mendukung pembangunan daerah. Setidaknya, dapat diandalkan sebagai sumber penerimaan negara.

  Jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata di Jawa Barat adalah sebanyak 25.873.118 di mana 722.715 (2,79 persen) merupakan kunjungan wisatawan asing dan 25.150.403 (97.21 persen) adalah wisatawan lokal. Kunjungan wisatawan di Kabupaten Bandung Barat adalah sebanyak 278 039, dan diikuti oleh Kabupaten. Subang adalah sebanyak 208.447 kunjungan. Sebagian besar wisatawan mengunjungi banyak terjadi di kabupaten. Bandung memiliki sebanyak 3.965.258 dan Kabupaten. Subang memiliki sebanyak 2.852.513 kunjungan
 



Tabel Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Objek
Di Jawa Barat Menurut Kabupaten / Kota 
No
City
Foreign Tourists
Local Tourists
Total
1
Bogor
24.207
2.573.178
2.597.385
2
Sukabumi
44.981
2.306.519
2.351.500
3
Cianjur
-
-
-
4
Bandung
34.375
1.859.843
1.894.218
5
G a r u t
6.198
1.822.106
1.828.304
6
Tasikmalaya
8.062
728.434
736.496
7
C i a m i s
8.279
1.203.989
1.212.268
8
Kuningan
44
174.160
174.204
9
Cirebon
-
402.553
402.553
10
Majalengka
-
-
-
11
Sumedang
9.858
512.727
522.585
12
Indramayu
-
-
-
13
Subang
208.447
2.852.513
3.060.960
14
Purwakarta
-
-
-
15
Karawang
-
-
-
16
B e k a s i
-
-
-
17
Bandung Barat
-
-
-
18
Jawa Barat
344.607
14.446.721
14.791.328
 
Reference: Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Daerah Provinsi Jawa Barat 

Ø Metode Penelitian (menggunakan metoda Penelitian)
      a. Perkiraan metode (menggunakan metoda Perkiraan)
Saya akan menggunakan metode ini untuk penelitian ini karena merupakan cara yang didasarkan pada perkiraan pola dan tingkat tingkat kelompok ekonomi, misalnya: Pengusaha, karyawan biasa, mahasiswa, pensiunan, dan tokoh masyarakat, dan kemudian dengan mempertimbangkan faktor pertimbangan kebangsaan para wisatawan yang masuk.

Ø Hal-hal yang dikenal dalam pendapatan valuta asing diperkirakan
        a. Jumlah wisatawan
             Wisatawan yang dikenal sebagai wisatawan asing dan wisatawan domestik.
        b. Rata-rata lama tinggal wisatawan
             Untuk mengetahui panjang rata-rata semua wisatawan di suatu daerah atau negara tujuan wisata
        c. Pengeluaran rata-rata turis per hari
             Untuk membedakan rata-rata pengeluaran wisman dan wisatawan domestik per hari.
  d. daerah pendapatan
             Mencari tahu pendapatan daerah (Provinsi Banten) pada tahun tertentu.
        e. Nilai Tambah
            Tahu ukuran produk nilai tambah atau jasa karena menggunakan bahan baku dalam bentuk barang atau jasa yang berasal dari tempat yang sama. Dalam hal ini adalah di Provinsi Banten.

 

  2.   Propinsi Kopo memiliki jumlah penduduk 8.310.000 jiwa. Pada tahun 1993, jumlah wisatawan    mancanegara yang mengunjungi provinsi ini tercatat sebanyak 678.542 orang. Sedangkan wisatawan nusantara yang datang melakukan kegiatan wisata di kawasan ini berjumlah 1.134.860 orang wisatawan. Menurut kantor pariwisata Kopo kecenderungan kegiatan pariwisata di daerah ini adalah sebagai berikut :

a. Pengeluaran rata-rata wisatawan mancanegara per hari adalah 75 US$, sedang wisatawan nusantara memiliki pengeluaran rata-rata per harinya sebesar  Rp.25.000
b.     Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara 10 hari sedangkan wisatawan nusantara 5 hari.
c.       Nilai tambah Provinsi Kopo diketahui besarnya 45%
d.      Pendapatan regional provinsi ini diketahui sebesar Rp.1.625.000.000.000,00
e.       Pada tahun 1993 1 US $ sebanding dengan Rp.2.500,-
  
Anda diminta untuk :

1.      Menghitung dan memberikan analisis atas intensitas pariwisata provinsi Kopo.
      
      >>
 
 


2.      Menghitung besarnya pendapatan yang diperoleh dari kegiatan sektor pariwisata di provinsi Kopo.

       >>
  
3.     Menghitung besarnya sumbangan yang diberikan oleh sektor pariwisata terhadap pendapatan regional provinsi ini.
      
       >>

 
       

4.      Buatkan analisis mengenai kondisi kegaitan pariwisata di provinsi Kopo ditinjau dari sumbangan kegiatan sektor pariwisata. 
      >>
     Berdasarkan besarnya kontribusi sektor pariwisata dalam hasil Kopo provinsi diperoleh 39%. Ada juga dibandingkan dengan pendapatan daerah sebesar Rp. 1.625.000.000.000, - maka hasil yang diperoleh sebesar Rp. 633 750 000 000, -
     
        Jumlah Rp. 633 750 000 000, -, atau 39% dari pendapatan daerah yang disumbangkan oleh kegiatan sektor pariwisata di provinsi Kopo di Tahun 1993. Dan ini adalah jumlah yang cukup besar dari tahun 1993 dan kemungkinan akan lebih besar di tahun-tahun berikutnya.